Kepala Madrasah
Drs. H. NUR KHANDIR
MTs-MA NU Nahdlatul Fata adalah madrasah pilihan yang menawarkan pendidikan Islam terpadu dengan standar kualitas tinggi. Dengan visi menjadi madrasah yang unggul dalam prestasi dan mulia dalam akhlak, MTs-MA NU Nahdlatul Fata berkomitmen mencetak generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas dan mandiri, tetapi juga beriman dan berakhlak mulia.
VISI MTs NAHDLATUL FATA
VISI MA NU NAHDLATUL FATA
MISI MTs NAHDLATUL FATA
MISI MA NU NAHDLATUL FATA
PAHLAWAN OLAHRAGA
Guru olahraga sering disebut sebagai pahlawan karena membentuk generasi yang sehat, kuat, dan berkarakter. Guru olahraga kerap kali mengajarkan pentingnya kesehatan dengan pola hidup aktif, membentuk karakter disiplin dan sportivitas, serta melatih bakat anak peserta didik menjadi sang juara. Sosok tersebut tersemat kepada Bapak Muhlisin, beliau adalah Pelatih Nafa FC, klub sepak bola kebanggaan MTs-MA NU Nahdlatul Fata Petekeyan Tahunan Jepara. Berkat beliau beserta sahabat karibnya Bapak Ma’ruf dan kolega, Nafa FC berhasil masuk dalam Asprov PSSI Kabupaten Jepara, selain itu prestasi membanggakan juga pernah ditorehkan antara lain Juara 1 Liga Kabupaten 2011 di Lapangan Datuk Ampel Troso, kemudian memperoleh Juara 3 Liga Pelajar 2015 di Lapangan Sukodono, dan bermain reguler di liga Divisi Asprov PSSI Kabupaten Jepara. Namun berita duka mendadak menjadi suasana haru biru, Bapak Muhlisin yang beralamatkan di Desa Tahunan Jepara menghembuskan nafas terakhirnya pada Pukul 20.00 WIB hari 8 Selasa September 2026. Kiprah dan perjuangannya layak diapresiasi sebagai pahlawan olahraga, karena keseharian beliau tidak lepas dari kegiatan olahraga, selain menjadi guru olahraga dan pelatih sepak bola, Bapak Muhlisin juga aktif diberbagai organisasi antara lain MGMP PJOK KKMTs 02 Jepara serta menjadi Asosiasi Wasit Sepak Bola PSSI Jepara. Semoga karya karsa beliau tetap harum, segala amal perbuatan diterima oleh Allah SWT. Aamiin. AAFORPIS JEPARA GELAR LATGAB, MA NU NAFA AMBIL BAGIAN
FORPIS JEPARA GELAR LATGAB, MA NU NAFA AMBIL BAGIAN Jepara - Forum Remaja Palang Merah Indonesia (FORPIS) Kabupaten Jepara melaksanakan Latgab dan Reorganisasi kepengurusan, kegiatan tersebut digelar pada 5-6 September 2026 di SMA Negeri 1 Tahunan. Forpis Jepara diikuti oleh MA/SMA/SMK se-Kabupaten Jepara. LATIHAN GABUNGAN & KONFERENSI FORPIS 2026/2027 merupakan satu bentuk kegiatan pembinaan yang merupakan ajang pertemuan PMR untuk saling berbagi, evaluasi, meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam suasana bersahabat dan partisipatif sesuai Siklus Manajemen PMR. Kegiatan ini yang merupakan salah satu strategi pembinaan dan pengembangan PMR yang dikemas untuk melakukan evaluasi dan pembinaan yang telah dilaksanakan PMI, sekaligus merancang peran dan kegiatan sukarelawan untuk mendukung dan melaksanakan program peningkatan Peran PMR dalam Pelayanan PMI Kabupaten Jepara. Juga merupakan program rutin dari PMI abupaten Jepara yang berada dalam naungan PMI Kabupaten Jepara guna Peningkatan Pembinaan Generasi Muda. Oleh karena itu, PMI Kabupaten Jepara akan menyelenggarakan kegiatan tersebut dengan harapan setelah kegiatan tersebut dapat meningkatkan SDM Relawan PMI Kabupaten Jepara dimasa sekarang dan yang akan datang dengan tujuan melaksanakan siklus pembinaan relawan PMI Kabupaten Jepara supaya berkembang dengan baik. dengan mengusung tema “FROM LEARN TO LEAD: Forpis Youth Humanitarian Training”, berarti “Dari Belajar Menuju Memimpin”. MA NU Nahdlatul Fata melalui PMR Wira Bhakti Nafa mendelegasikan Erina Yustia Wardah (12 B) dan Fardan Jazilussakho (11 D), keduanya mendapatkan beragam materi, antara lain : Hari Pertama Pembukaan oleh Ketua/Pengurus PMI Kabupaten Jepara Pemberian Materi “SPEAK • ENGAGE • LEAD” Menjadi Fasilitator Muda yang Komunikatif, Interaktif, dan Inspiratif Creative Humanitarian Mission, berupa diskusi dan pemecahan misi secara berkelompok yang diiringi dengan pembuatan media presentasi bertema materi yang telah disampaikan, kemudian dilanjutkan dengan presentasi hasil misi dan karya sebagai sarana melatih kreativitas, kerja sama, dan public speaking peserta. Malam Keakraban dengan kegiatan berbagi pengalaman, kepemimpinan dan Kreatifitas pembuatan media edukasi. Hari Kedua Senam Pagi Konferensi pemilihan koordinator baru periode 2026/2027. Bentuk Kegiatan “FROM LEARN TO LEAD” FORPIS Youth Humanitarian Training Penyampaian materi Tukar Pendapat atau Tanya Jawab Diskusi Ragam materi latihan gabungan dalam yang diikuti adalah : Belajar Bersama, Berkarya, Berbicara, dan Bergerak untuk Kemanusiaan “FROM LEARN TO LEAD” FORPIS Youth Humanitarian Training Diskusi Kelompok Keterampilan Public Speaking Game 6 Materi Dasar Kepalangmerahan, meliputi; Pertolongan Pertama (PP) Fasilitator Pelatihan (FP) Pendidikan Remaja Sebaya (PRS) Kesiapsiagaan Bencanma (KB) Perawatan Keluarga (PK) Kepemimpinan (KP) Kegiatan yang digelar selama 2 hari tersebut dilalui oleh wakil PMR Wira Bhakti Nafa dengan baik. “Kegiatan yang menyenangkan, banyak ilmu dan sharing materi yang mampu kita pelajari, semoga bisa menjadi pengalaman untuk kedepannya, Siamo tutti fratelli ” Ujar Erina. AAMenuju Juara, Delapan Siswa-Siswi Terbaik MA NU Nahdlatul Fata Siap Berkompetisi
Jepara - Kompetisi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 merupakan ajang kompetisi bergengsi Sains dan Akademik yang diikuti oleh ratusan ribu peserta di seluruh penjuru negeri. OMI tingkat Kabupaten/Kota digelar pada Senin, 7 September 2026 di MAN 1 Jepara yang diikuti oleh 34 Madrasah Aliyah se Kabupaten Jepara. Bidang sains yang terdiri dari 210 peserta dan terbagi dalam mata lomba berikut : Matematika 38 Peserta Biologi 39 Peserta Fisika 29 Peserta Kimia 30 Peserta Ekonomi 39 Peserta Geografi 35 Peserta Sedangkan bidang riset diikuti oleh 8 Madrasah Aliyah dengan komposisi sebagai berikut : Bidang Ekologi 12 Peserta Bidang SDGs 9 Peserta Bidang Transdigital 6 Peserta MA NU Nahdlatul Fata mengirimkan perwakilan terbaiknya antara lain : Fikron Luthfi Hamdani (12 A / Matematika) Novia Ihda Valasifa (12 C / Geografi) Akhyas El Abied (11 A / Fisika) Zainil Abidin (11 A / Kimia) Kamila Sausa Nabila (11 A / Biologi) Lovy Queenvyla (12 D / Ekonomi) Melissa Andriani Majid (12 A / Riset) Safirotul Munawaroh (11 A / Riset) Persiapan dilalui dengan baik oleh binadamping, simulasi serta latihan soal telah dilaksanakan, semoga persiapan yang dilakukan berbuah hasil terbaik. AAATUR WAKTUMU, BUKAN BIARKAN WAKTUMU YANG MENGATURMU
Masa remaja adalah fase transisi penting dari anak-anak menuju dewasa, yang menjadi waktu utama untuk belajar, mengenali potensi diri, dan membentuk identitas. Proses belajar pada masa ini tidak hanya mencakup akademis di sekolah, tetapi juga aspek emosional, sosial, dan psikologis. Kali ini Bu Khoridatul Hikmah salah satu guru di MA NU Nahdlatul Fata akan memberikan tips dan trik serta kiat-kiat dalam mengelola waktu belajar dimasa remaja, terutama untuk usia MTs dan MA. Agar tugas sekolah, dan tugas rumah dapat terselesaikan, saya sering memeberi motivasi kepada anak-anak untuk : Membuat jadwal kegiatan sekolah, mengaji, ekstrakulikuler maupun kegiatan organisasi dan kewajiban di luar sekolah Membuat skala mana yang menjadi prioritas, yang didahulukan dan mana yang bisa diselesaikan setelahnya, yang terpenting jangan menunda-nunda serta menyelesaikan dalam keadaan mepet, karena terburu-buru itu tidak masksimal. Harus mebiasakan/menjadwalkan belajar mandiri min 15-30 menit setelah pulang sekolah (waktu bisa menyesuaikan). Usahakan tidak menumpuk tugas, menunda tugas karna demikian akan mempersulit tugas selanjutnya. Gunakan waktu kosong dengan bijak. Bisa dengan beristirahat dengan cukup. Karna kesehatan yang paling utama. Kebiasaan yang sering dilakukan secara terjadwal dan teratur akan menjadi habbit yang bagus dikemudian hari, planning dan manajemen waktu menjadi sangat penting. Sehingga semua kegiatan dapat dilakukan dengan maksimal. Dan yang terpenting tanamkan mindset “ATUR WAKTUMU, BUKAN BIARKAN WAKTUMU YANG MENGATURMU” Oleh : Khoridatul Hikmah / KH